PANDUAN LENGKAP MENYUSUN RAB (FORMAT RAB DESA)

Cara Menghitung RAB

Sedikitnya ada dua cara kita dapat menghitung rencana anggaran biaya atau biasa disingkat RAB. Cara satu dilakukan untuk menghitung cepat dan yang satunya untuk menghitung rinci perietem RAB.

Cara Pertama

Menghitung langsung satuan m2 (meter persegi) atau m3 (meter kubik)dengan harga standar satuan harga. Cara ini memiliki kelebihan dapat dilakukan dengan cepat mudah, tidak membutuhkan banyak waktu dan pemikiran untuk mengumpulkan data dan tanpa harus membaca gambar (praktis). Namun kelemahannya tidak akurat dan tidak dapat diketahui kebutuhan bahan, alat dan kebutuhan pekerja yang sebenarnya. Cara ini hanya untuk menghitung perkiraan biaya kasar.

Caranya cukup dengan mengetahui volume pekerjaan yang akan dikerjakan dan harga satuan pekerjaan persatuan m2/m3 (meter persegi/meter kubik). Hanya dengan mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan kebutuhan rencana anggaran biaya pekerjaan dapat diketahui.

Contoh hendak membangun rumah sederhana, ukuran rumah yang akan dibangun panjang 10 meter dan lebar 7 meter (Luas bangunan 70 m2). Harga satuan permeter persegi rumah permanen menggunakan bahan material kw. sedang di Kabupaten Majalengka sebesar Rp. 1.500.000. permeter persegi. Harga persatuan m2 ini hanya sebagai contoh yang pada kondisi sebenarnya dapat bervariasi menyesuaikan spesifikasi penggunaan bahan material dan lokasi pembangunan rumah. Jadi berapa biaya bangunan sederhana tersebut?

Jawab : Luas bangunan 7m x 10 m = 70m2, jadi rencana anggaran biaya bangunan tersebut sebesar 70m2 x Rp.1.500.000,00 = Rp.105.000.000,00 ( Terbilang : seratus lima juta rupiah ).

Cara Kedua

Menggunakan perhitungan analisa harga satuan. Cara ini agak rumit namun hasilnya akurat. Ada beberapa langkah yang harus dikerjakan dalam menyusun RAB yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Penting saya tegaskan bahwa RAB yang dibuat harus dapat dipertangung jawabkan. Karena Pemeriksaan oleh instansi terkait terhadap pekerjaan pemerintah dimulai dari pemeriksaan RAB.

Jika RAB yang dibuat tidak sesuai dengan Analisa Harga Satuan dan belanja daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati, maka boleh jadi RAB akan bermasalah. Jika Analisa harga lebih rendah akan berdampak tidak dapat diselesaikannya pekerjaan, volume pekerjaan berkurang atau setidaknya mutu pekerjaan tidak sesuai spek (penurunan kwalitas). Sebaliknya apabila analisa harga terlalu tinggi akan menimbulkan masalah dugaan markup yang mungkin berakibat hukum.

Untuk dapat membuat RAB dengan benar silakan mengikuti penjelasan / panduan yang akan dijelaskan dibawah

Panduan Lengkap Menyusun RAB ( 7 Langkah menyusun RAB Desa)

Berikut ini langkah-langkah penyusunan RAB berdasarkan Analisa Harga Satuan.
Urutan perhitungan RAB bangunan secara akurat adalah

  1. Membuat gambar bangunan yang akan dibangun.
  2. Membuat spesifikasi bahan material.
  3. Membuat rincian daftar perkerjaan yang akan dilaksanakan.
  4. Menghitung volume masing – masing item pekerjaan.
  5. Mencari daftar harga upah dan bahan terbaru.
  6. Menghitung analisa harga satuan setiap item pekerjaan.
  7. Mengalikan volume dengan analisa harga satuan dan menjumlah harga keseluruhan.

Untuk jelasnya mari kita simak penjelasan masing-masing tahapan

Langkah ke: 1
Membuat gambar bangunan yang akan dibangun.

Syarat pokok menyusun RAB adanya gambar teknis pekerjaan. Pada bagian ini tidak akan dijelaskan bagaimana membuat gambar teknis. Penjelasan lebih lanjut tentang cara menggambar teknis pekerjaan akan dibahas dalam modul tersendiri.

Pada bagian ini terbatas hanya membahas bagaimana membaca sebuah gambar teknik (bangunan) untuk dapat menyusun RAB.
Untuk Jelasnya perhatikan contoh gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas menunjukan kolom kiri sebagai gambar utama (gambar teknis), kolom sebelah kanan merupakan atribut atau kelengkapan gambar yang terdiri dari :

  1. Nama Program (Misalnya Program Dana Desa)
  2. Daerah Penerima Program
  3. Jenis kegiatan/Prasarana
  4. Lokasi Prasarana dilaksanakan
  5. Digambar oleh siapa
  6. Diperiksa oleh siapa
  7. Diketahui/Disetujui
  8. Lembar ke (berapa) dari (keseluruhan jumlah gambar)

Sedangkan perhitungan RAB akan menggunakan gambar teknis yang ada pada kolom sebelah kiri. Dengan memperhatikan secara seksama gambar Tembok Penahan Tanah (TPT) di atas, akan diperoleh beberapa informasi (data) yang diperlukan dalam menyusun RAB. Yaitu : Bahan/Material, daftar pekerjaan dan volume masing-masing item pekerjaan.

Untuk jelasnya mari kita memasuki tahap ke-2
Langkah Ke : 2
Membuat spesifikasi bahan material.

Perhatikan kembali gambar TPT di bawah :

Dengan melihat gambar di atas kita dapat mengetahui bahan yang diperlukan selanjutnya kita perlu menentukan spesifikasi bahan tersebut.
Misalnya sebagai berikut :

  1. Semen /PC merek Holcim atau sekwalitas
  2. Pipa PVC 1,5 inchi -AW merek Wavin/sekwalitas
  3. Batu Belah 15-20 ex Bataragung
  4. Pasir pasang ex Cikeruh
  5. Bambu ampel (cerucuk)

Perlu diingat bahwa setiap pekerjaan pasangan/konstruksi diperlukan persiapan yang meliputi pengukuran dan pemasangan bouplank dalam gambar teknis hal ini tidak cantumkan, namun pada prakteknya pasti diklaksanakan sehingga perlu dimasukan dalam RAB. Nah bahan material yang dibutuhkan umumnya adalah :

  1. Kayu 5/7
  2. Paku 2”-5”
  3. Kayu Papan 3/20

Kalau telah selesai menentukan spesifikasi bahan maka lanjutkan pada langkah berikutnya.

Langkah Ke: 3
Membuat rincian daftar perkerjaan yang akan dilaksanakan.

Berikut ini rincian daftar pekerjaan pembuatan TPT berdasarkan gambar 2 di atas.

  1. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan bouplank.
  2. Pekerjaan galian
  3. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)
  4. Pekerjaan suling-suling
  5. Pekerjaan plesteran adukan 1:4 setebal 2 cm dan acian t=2mm
  6. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan tanah bekas galian
Lanjut dengan langkah berikutnya !
Langkah Ke : 4
Menghitung volume masing – masing item pekerjaan.

Masing-masing item pekerjaan sebagimana langkah ke 3 di atas harus dihitung untuk memperoleh volume pekerjaan yang akan dikerjakan. Volume diperoleh dari hasil perkalian panjang kali lebar kali tinggi. Pada setiap gambar teknis sudah dicamtumkan ukuran panjang lebar maupun tinggi. Kita tinggal menghitungnya untuk mengetahui volume masing-masing item pekerjaan.

Untuk memperoleh gambaran yang jelas kita hitung langsung berdasarkan gambar di bawah :

  1. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan bouplank.
  2. Berdasarkan panjang TPT = 16 m perhitungan untuk RAB dikali 10 % sekitar 1,6 m
  3. Pekerjaan galian
  4. Panjang = 16 m, Lebar 0,9 m dan tinggi = 0,5
    Volume galian (PxLxT) 16 x 0,9 x 0,5= 7,2 m3
  5. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)
  6. Panjang 16m, lebar atas 0,3, lebar bawah 0,9 (lebar untuk perhitungan = jumlah lebar atas dan bawah dibagi dua = 0,6) dan tinggi 1,7 m
    Volume Pasangan batu (PxLxT) 16m x 0,6m x 1,7m = 16,32 m3
  7. Pekerjaan plesteran dan acian
  8. Asumsi tebal plesteran 2 cm adukan 1:4 acian t=2mm, tinggi ban 10 cm
    Luas plesteran atas (PxL) 16m x 0,3 m = 4,8 m2
    Luas plesteran ban (PxL) 16m x 0,1 = 1,6 m2
    Luas plesteran seluruhnya 4,8 + 1,6 = 6,4 m2
    Luas acian = luas plesteran = 6,4 m2
  9. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan tanah bekas galian
  10. Terakhir kita harus menghitung pekerjaan pengurugan karena sesuai gambar ada pekerjaan pengurugan untuk menutup bagian pasangan batu yang tidak tertutup tanah. Maka perhitungannya adalah:
    Panjang = 16 m Lebar atas 0,6 m dan lebar bawah 0,2 rata-rata Lebar =0,4 m maka dapat dihitung volume pengurugan (PXLXT) 16 x 0,4 x 1= 6,4 m3
Langkah Ke: 5
Mencari daftar harga upah dan bahan terbaru.

Untuk dapat menghitung RAB kita perlu mengetahui daftar harga upah maupun bahan/alat yang akan digunakan. Menentukan harga upah bahan dan alat tidak cukup dengan mengacu kepada Satuan Harga Barang Daerah yang ditetapkan Bupati. Karena harga satuan tersebut hanya merupakan acuan batas harga minimal dan maksimal yang ditoleransi. Harga yang dicantumkan dalam RAB haruslah mempertimbangkan harga berdasarkan survey lapangan.

Berikut kami berikan contoh cara menentukan harga upah, bahan dan alat sesuai survai lapangan. Sebelumnya saya ingatkan kembali pada langkah 2 (dua) kita sudah menentukan spesifikasi bahan/material yang dibutuhkan yaitu :

  1. Semen /PC merek Holcim atau sekwalitas
  2. Pipa PVC 1,5 inchi -AW merek Wavin/sekwalitas
  3. Batu Belah 15-20 ex Bataragung
  4. Pasir pasang ex Cikeruh
  5. Bambu ampel (cerucuk)
  6. Kayu 5/7 x 2m
  7. Paku 2”-5”
  8. Kayu papan 3/20 x 2m

Sekarang kita tinggal melakukan survey lapangan harga barang-barang tersebut. Caranya untuk barang industry/toko (Semen, pipa PVC dan kayu) lakukan survey harga pada dua toko atau lebih. Harga yang paling tinggi dapat digunakan sebagai dasar harga pada RAB sepanjang tidak melebihi harga maksimal yang ditentukan pada acuan harga satuan barang daerah. Sedangkan untuk barang yang diambil langsung dari alam/hasil tenaga manusia (Batu belah, Pasir pasang dan bambu) ditanyakan langsung kepada pemilik atau levelansir.
Misalkan diperoleh:

  1. Harga satu zak semen/50 kg merek Holcim seharga Rp. 65.000,- tidak termasuk PPN. Perlu diingat bahwa harga pada RAB harus memperhitungkan PPN 10 %. Maka harga semen yang dicantumkan pada RAB setelah ditambah PPN adalah sebesar Rp. 65.000 + Rp. 6.500 = Rp 71.500,-
  2. Harga piva PVC 1,5 Inc kw. rendah per batang Rp 60.000 termasuk PPN. Maka harga yang dicantumkan pada RAB sama dengan Rp. 25.000,-
  3. Harga batu belah 15-20 ek Bantaragung per m3 diterima di tempat seharga Rp.110.000. Terhadap barang yang diambil langsung dari alam tidak dikenakan PPN. Namun karena atas batu dilakukan proses lanjutan pengolahan untuk mendapatkan ukuran batu 15-20 maka terhadap belanja batu belah tersebut perlu diperhitungkan PPN. Maka harga yang dicantumkan di RAB adalah Rp. 121.000,-
  4. Harga pasir pasang di terima di tempat seharga Rp.130.000,- Harga tersebut di cantumkan langsung di RAB dengan asumsi belanja pasir langsung dari tempat galian C/pengusaha galian C. Lain halnya apabila belanja pasir di toko/ supplier bahan material, perlu ditambahkan PPN 10 %.
  5. Harga yang diperoleh berdasarkan harga diterima ditempat (lokasi) satu batang bambu Rp. 10.000, harga tersebut adalah harga yang dicantumkan di RAB. Karena bambu merupakan barang yang diambil langsung dari alam tidak dikenakan PPN. Catatan apabila barang tidak termasuk harga pengiriman maka biaya pengangkutan harus diperhitungkan.
  6. Kayu 5/7 panjang 2 meter harga terbaru misalnya Rp. 15.000, karena dalam RAB dicantumkan satuan harganya dalam m3, maka perlu melakukan konversi dari batang ke meter kubik.
    Caranya:
    Hitung volume per batang kayu (tebal x lebar x panjang) yaitu 0,05 x 0,07 x 2,00 = 0,007 m3
    Selanjutnya diperoleh jumlah batang per meter kubik yaitu dengan membagi 1m3 : 0,007 m3 hasilnya sama dengan 142,86 batang dibulatkan menjadi 143 batang.
    Maka harga satu m3 kayu 5/7 sama dengan 143 batang dikali harga perbatang (Rp. 15.000,-) yaitu Rp 2.145.000,- adalah harga yang dicantumkan pada RAB
  7. Paku biasa 2”-5” diperoleh harga hasil survey lapangan Rp. 15.000
  8. Kayu papan 3/20 panjang 2 meter harga terbaru Rp. 30.000, untuk menghitung harga permeter kubik sama seperi pada perhitungan seperti dijelaskan pada hurup (f). diperoleh harga permeter kubik sama dengan Rp. 2.520.000,-

Selanjutnya perlu diketahui pula harga upah yang berlaku di daerah setempat silakan lakukan survey harga untuk upah :

  1. Upah Mandor misalkan hasil nya adalah Rp. 90.000,-
  2. Upah Kepala Tukang di daerah setempat misalnya Rp. 100.000
  3. Upah Tukang Rp. 85.000,-
  4. Upah Pekerja Rp. 75.000,-

Jika pekerjaan membutuhkan alat yang harus disewa misalkan pada pekerjaan pengaspalan jalan ada sewa alat berupa stoom maka perlu melakukan survey hara sewa alat.

Langkah Ke : 6
Menghitung analisa harga satuan setiap item pekerjaan.

Pada langkah sebelum kita telah membahas spesifikasi bahan/material (langkah-2), menentukan rincian daftar pekerjaan (langkah-3), menghitung volume tiap item pekerjaan (langkah-4) dan mengetahui harga terbaru upah dan bahan (langkah-5).
Pada langkah ke-6, kita akan menghitung analisa harga satuan per item pekerjaan berdasarkan data yang telah berhasil dikumpulkan dari langkah sebelumnya. Data tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut :

TABEL ANALISA HARGA SATUAN
NO. URAIAN SATUAN HARGA VOLUME
A Bahan / Material
1. Semen/PC merek Holcim zak 71.500 ?
2. Pipa PVC 1,5 inc Kw rendah batang 25.000 ?
3. Batu Belah m3 121.000 ?
4. Pasir Pasang m3 130.000 ?
5. Bambu batang 15.000 ?
6. Kayu 5/7 x 2m batang 15.000 ?
7. Paku biasa 2"-5" kg 15.000 ?
8. Kayu Papan 3/20x2m batang 30.000 ?
B Upah
1. Mandor oh 90.000 ?
2. Kepala Tukang oh 100.000 ?
3. Tukang oh 85.000 ?
4. Pekerja oh 75.000 ?
C Item Pekerjaan
1. Pengukuran Kembali dan Pemasangan Bouplank m1 ? 1,6
2. Pekerjaan Galian m3 ? 7,2
3. Pekerjaan pasangan batu 1:5 m3 ? 16,32
4. Pekerjaan suling-suling m2 ? 16
5. Pekerjaan plesteran dan acian 1:4 m2 ? 4,8
6. Pekerjaan pengurugan m3 ? 6,4

Perhatikan kotak yang diberi tanda Tanya (?).

Pada Hurup A bahan / Material dan hurup B Upah, pada kolom volume seluruhnya diberi tanda ? karena kita belum mengetahui berapa volume yang dibutuhkan, langkah sebelumnya kita baru berhasil menentukan spesifikasi bahan/material dan harga bahan dan upah.

Sebaliknya pada Hurup C item pekerjaan, kita sudah ketahui volume yang harus dikerjakan, namun belum diketahui harga per satuan pekerjaan sehingga pada kolom harga masih tanda Tanya (?).

Jawabannya ada pada langkah ke-6 silakan simak penjelasannya

Pada langkah ke-6 ini kita akan menghitung analisa harga satuan per item pekerjaan. Perhitungan ini harus mengacu kepada analisa belanja dan harga satuan barang yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam bentuk Peraturan Bupati yang ditetapkan setiap tahun. Dalam contoh berikut ini menggunakan analisa yang berlaku di Kabupaten Majalengka.

Mari kita hitung analisa harga per item pekerjaan. Untuk melakukan perhitungan ini kita harus mengacu pada analisa pekerjaan dan harga satuan barang daerah yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati/Walikota. Daftar analisa harga satuan daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2016 kami sertakan dalam CD silakan membukannya.
Kita lanjutkan !

  1. Pekerjaan pengukuran kembali dan pembuatan bouplank.
  2. Perhatikan pada kolom (1) s/d kolom (4) terdapat dalam analisa pekerjaan dan tidak boleh dirubah. Sedangkan kolom (5) Harga satuan kita masukan harga ril terbaru di lapangan namun tidak boleh melebihi ketentuan batas maksimal harga yang ditetapkan dalam harga satuan barang daerah. Kolom (6) merupakan perkalian dari kolom (3) Koefisien dengan kolom (5) harga satuan sehingga diperoleh jumlah harga. Hasilnya seperti tabel di bawah
    TABEL ANALISA PEKERJAAN A001
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    A001 Pengukuan dan Pemasangan baouplank
    a Bahan Material
    Kayu 5/7x2m 0.0120 m3 2.145.000 25.740
    Paku biasa 2"-5" 0.0200 kg 15.000 300
    Kayu papan 3/20x2cm 0.0070 m3 2.520.000 17.640
    b Tenaga Kerja
    Pekerja 0.1000 oh 75.000 7.500
    Tukang Kayu 0.1000 oh 85.000 8.500
    Kepala Tukang 0.0100 oh 100.000 1.000
    Mandor 0.0050 0h 90.000 450
    Jml.Rp: 61.130

  3. Pekerjaan galian
  4. Tabel analisa seperti di bawah ini, kolom (5) diisi dengan harga upah berdasarka hasil survey.Pada pekerjaan galian hanya perlu menghitung upah pekerja dan mandor karna pada pekerjaan galian tanah tidak membutuhkan material.

    TABEL ANALISA GALIAN TANAH BIASA B001
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    B001 Menggali 1 M3 Tanah Biasa sedalam 1 meter
    B Tenaga Kerja
    Pekerja 0.7500 oh 75.000 56.250
    Mandor 0.0250 oh 90.000 2.250
    Jml.Rp: 58.500

  5. Pekerjaan pasangan batu 1:5 (adukan 1 semen 5 pasir)
  6. Kebutuhan bahan material dan pekerja sebagaimana pada analisa pekerjaan B003 (menggali tanah biasa sedalam 1m). Maka perhitungan analisanya seperti ditunjukan pada tabel berikut:

    TABEL ANALISA PEKERJAAN PASANGAN BATU 1:5 C003
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    C003 Memasang 1 M3 Pondasi Batu Belah
    campuran 1 PC:5 PP
    A Bahan Material
    Batu Belah 15/20 1.2000 M3 121.000 145.200
    Semen Portland 1.3600 zak 71.500 97.240
    Pasir Pasang 0.5540 M3 130.000 72.020
    B Tenaga Kerja
    Pekerja 1.5000 oh 75.000 112.500
    Tukang Batu 0.6000 oh 85.000 51.000
    Kepala Tukang 0.0600 oh 100.000 6.000
    Mandor 0.0750 oh 90.000 6.750
    Jml.Rp: 489.410

  7. Pekerjaan Suling-suling

  8. TABEL PEKERJAAN SULING-SULING (DIHITUNG)
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    Pemasangan suling-suling
    A Bahan Material
    Pipa PVC 1.5 inc kw rendah 0.3750 batang 25.000 9.375
    Jml.Rp: 9.375

  9. Plesteran adukan 1 : 4 tebal 2 cm

  10. TABEL ANALISA PEKERJAAN PLESTERAN ADUKAN 1:4 T: 20 mm F011
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    F011 membuat 1 M2 Plesteran 1 PC:4 PP tebal 20 mm
    camp 1PC:5PP
    A Bahan Material
    Semen Portland 8.3200 kg 1.430 11.898
    Pasir Pasang 0.3200 M3 130.000 41.600
    B Tenaga Kerja
    Pekerja 0.4000 oh 75.000 30.000
    Tukang Batu 0.2000 oh 85.000 17.000
    Kepala Tukang 0.0200 oh 100.000 2.000
    Mandor 0.0220 oh 90.000 1.980
    Jml.Rp: 104.478

  11. Sedangkan analisa pekerjaan acian tebal 2 mm sebagai berikut :

  12. TABEL ANALISA PEKERJAAN ACIAN 2 mm F021
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    F021 membuat 1 M2 Acian tebal 2 mm
    A Bahan Material
    Semen Portland 3.2500 kg 1.430 4.648
    B Tenaga Kerja
    Pekerja 0.2000 oh 75.000 15.000
    Tukang Batu 0.1000 oh 85.000 8.500
    Kepala Tukang 0.0100 oh 100.000 1.000
    Mandor 0.0100 oh 90.000 900
    Jml.Rp: 30.048

  13. Pekerjaan pengurugan kembali dipadatkan dengan tanah bekas galian

  14. TABEL ANALISA URUGAN BEKAS GALIAN B009
    NO. URAIAN PEKERJAAN KOEFI
    SIEN
    SAT HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    B001 Mengurug Kembali 1 M3 Galian tanah
    biasa sedalam 1 m
    B Tenaga Kerja
    Pekerja 0.2500 oh 75.000 18.750
    Mandor 0.0083 oh 90.000 747
    Jml.Rp: 19.497

    Akhirnya kita sampai kepada kesimpulan analisa harga satuan per item pekerjaan digambarkan sebagaimana tabel dibawah ini. Dan angka harga satuan yang dicetak tebal pada kolom (5) HARGA SATUAN merupakan hasil perhitungan analisa per pekerjaan Nomor (1-7).

    TABEL HARGA SATUAN PERITEM PEKERJAAN
    NO. URAIAN PEKERJAAN VOL SATUAN HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    1 2 3 4 5 6
    1 Pengukuran dan pemasangan bouplank m1 61.130
    2 Galian tanah (pondasi) m3 58.500
    3 Pasangan Batu 1:5 m3 489.410
    4 Pekerjaan suling-suling m2 9.375
    5 Plesteran tebal 2cm adukan 1:4 m2 67.038
    6 Acian tebal 2mm m2 30.048
    7 Pengurugan m3 19.497

    Untuk mengetahui jumlah keseluruhan biaya yang diperlukan dalam pembuatan TPT seperti yang ditunjukan pada gambar teknis pada langkah-1, maka tinggal mengalikan volume tiap item pekerjaan pada langkah 4 dengan harga analisa. Hasilnya sebagaimana pada langkah berikutnya.

    Langkah Ke : 7
    Mengalikan volume dengan analisa harga satuan dan menjumlah harga secara keseluruhan

    Pada langkah ke tujuh ini kita tinggal mengalikan volume item pekerjaan dengan analisa harga satuan serta menjumlahkan harga keseluruhan dan total biaya yang dibutuhkan akan diketahui.

    Tabel dibawah merupakan RAB berdasarkan item pekerjaan. Dan kitapun sudah mengetahui besaran biaya yang dibutuhkan baik peritem pekerjaan maupun biaya keseluruhan.

    Jadi keseluruhan biaya yang diperlukan untuk membangun satu unit TPT sepanjang 16 m seperti ditunjukan dalam gambar teknis pada langkah-1 adalah sebesar Rp.9.246.973. terbilang (Sembilan juta dua ratus empat puluh enam juta sembilan ratus tujuh puluh tiga rupiah)

    TABEL HARGA SATUAN PERITEM PEKERJAAN
    NO. URAIAN PEKERJAAN VOL SATUAN HARGA
    SATUAN
    RP.
    JUMLAH
    HARGA
    Rp.
    1 2 3 4 5 6
    Pembangunan Tembok Penahan
    Tanah (TPT)
    16 m1
    1 Pengukuran dan pemasangan bouplank 1.6 m1 61.130 97.808
    2 Galian tanah (pondasi) 7.2 m3 58.500 421.200
    3 Pasangan Batu 1:5 16.32 m3 489.410 7.987.171
    4 Pekerjaan suling-suling 16 m2 9.375 150.000
    5 Plesteran tebal 2cm adukan 1:4 4.8 m2 67.038 321.782
    6 Acian tebal 2mm 4.8 m2 30.048 144.230
    7 Pengurugan 6.4 m3 19.497 124.781
    JUMLAH 9.246.973

    Selanjutnya kita masih harus menyusun data yang sudah kita kerjakan pada langkah 1-7 kedalam format baku RAB. Sebagaimana diatur dalam Permendagri 113 Tahun 2014.
    Karena tulisan ini sudah terlalu besar dengan banyaknya tabel. Lanjutanya terpaksa saya pisahkan pada tulisan lain.

    Untuk melanjutkan silahkan baca Contoh RAB Detail Pembangunan TPT.

26 Komentar untuk "PANDUAN LENGKAP MENYUSUN RAB (FORMAT RAB DESA)"

  1. Terima kasih,
    Sangat bermanfaat.
    Baarokallahu lak

    BalasHapus
  2. Pak. Kita kalo kita survey harga barang perlu dimasukan tidak tambahan keuntungan 10%. Dan biaya transportasi pengiriman dan pembongkaran barang di masukan tidak. Tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf saya baru balas, pada belanja barang /alat jangan menambahkan keuntungan karena, prinsip pekerjaan adalah swakelola desa yaitu oleh TPK. Harga barang diterima ditempat alias sampai lokasi pekerjaan tidak ada biaya transport. Kalau barang harus diambil sendiri atau harus diangkut lagi untuk sampai lokasi boleh memasukan tranportasi pada RAB, sedangkan ongkos muat bongkar masukan HOK saja.

      Hapus
  3. Tidak ada perhitungan PPN pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terhadap barang yang kena PPN, apabila harga yang ditetapkan toko sudah termasuk PPN 10 % maka hanya membayar harga DPP nya saja. Contoh harga suatu barang termasuk PPN Rp. 1.000.000. maka yang dibayar ke toko dengan perhitungan 100/110X 1 juta = 909.100 rupiah (dibulatkan), sedangkan potongan PPN oleh bendahara 1jt-909.900= 91.900 rupiah (dibulatkan).
      Kalau harga toko 1 jt belum termasuk PPN maka harga dengan PPN-nya menjadi 1,1 jt, yang satu juta pembayaran ke toko sedangkan yang 100 rb merupakan potongan PPN oleh bendahara untuk disetorkan sebagai pajak negara.

      Hapus
  4. link downloadnya tdk ada pak????

    BalasHapus
  5. link downloadnya ndak ada pak??

    BalasHapus
  6. Terimasih koreksinya, nanti saya update.

    BalasHapus
  7. Cara menghitung koefisien semen gimana pak?misalnya :
    1 pc : 3 pp
    1 pc : 4 pp
    1 pc : 5 pp
    Itu kan udh pasti beda2 koefisennya pak. Mohon bantuannya pak.

    BalasHapus
  8. Gima cra mencari koefisien semen dan pasir nya pak misalkan:
    a.1 pc : 5 pp
    b.1 pc : 4 pp
    c.1 pc : 3 pp
    Kan pasti beda2 koefisiennya pak,mhn bantuannya pak

    BalasHapus
  9. 1:3 = 202 Kg : 0,485 m3, 1:4 = 163 kg : 0,5200 m3,
    1:5 = 136 kg : 0,544 m3, 1:6 = 117 kg : 0,561m3.
    Kita tidak perlu menghitung koefisien tinggal menggunakan Analiasa Harga Satuan pekerjaan (AHS). Di daerah tiap tahun ditetapkan dengan Peraturan Bupati, silakan anda minta ke setda bagian pengendalian program atau Dinas Pekerjaan Umum. Anda dapat menggunakan AHS yang kami sediakan pada blog ini silakan klik link ini

    format-lengkap-administrasi-desa.blogspot.co.id/2016/10/analisa-harga-satuan-lengkap-format-word.html.

    Pada bagian akhir anda dapat mendownload.
    Hanya untuk harga satuan tentunya tiap tahun dan tiap daerah akan berbeda, koefisien tetap sama. Atau dapat menggunakan AHS SNI (Standar Nasional)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak bila kita gunakan jasa perencanaan untuk fisik kegiatan desa berapa persen upah yg akan di bayar desa untuk perencanaan..mohon konfirmasinya

      Hapus
    2. Jika mau menggunakan jasa perencanaan/konsultan pihak ketiga, biasanya mereka sudah punya tarip sendiri apalagi yang sudah memiliki sertifikasi. Silahkan negosiasikan masalah besaran belanja jasanya. Sebagai patokan antara 2% sampai 10%, tergantung tingkat kesulitan dan besaran belanja pekerjaan. Makin besar RAB tentunya prosentasenya makin kecil. Untuk lebih amannya silahkan merujuk/ berpatokan Standar Belanja Daerah masing tiap tahun ditetapkan dengan Peraturan Bupati/walikota.Termasuk besaran maksimal belanja jasa konsutan/konstruksi ada didalamnya.

      Hapus
  10. Min kl 60m3 pasanga batu (tpt) brp bhn yg dbthkan min.

    BalasHapus
  11. Karena tidak disebutkan spesipikasi adukannya, saya anggap pekerjaan (Pasangan batu dengan spesi adukan 1:5 atau 1bagian semen 5 bagian pasir). Maka kebutuhan bhn-nya untuk 60 m3 yaitu :
    Batu 60 x 1,2 m3 = 72m3, Semen 60 x 136kg = 8160 kg (163zak), pasir pasang 60 x 0,544=32,64 m3.
    untuk jelasnya dapat dilihat di Analisa Harga Satuan format excel/word (Analisa pekerjaan C003) dapat didownload dikonten blog ini, silahkan.

    BalasHapus
  12. Sangat membantu dan Mudah dimengerti.
    Semoga Slalu Mantappppp......
    Admin....
    minta Tolong, bisa minta Linknya dikirim ke E-mail "maidi.001mjg@gmail.com"

    BalasHapus
  13. sangat bermanfaat sekali bagi saya,, Link Downloadnya kok belum ada pak?????
    bisa tolong kirim ke aasbelajarilmu@gmail.com pak terimakasih

    BalasHapus
  14. link downloadnya ga ada ya..

    BalasHapus
  15. Mohon maaf sudah lama saya cek memang link belum ada. namun belum sempat saya update. Nanti saya lengkapi, terimakasih sudah mau berkunjung.

    BalasHapus
  16. Terima kasih Pak.
    Sangat membantu

    BalasHapus
  17. BERMANFAAT.
    MOHON LINK FILE NYA KALAU SEMPAT PAK.

    hasanborneo79@gmail.com

    Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak saat ini, tapi segera saya kirim saya masih belum update link downloadnya.

      Hapus

Post Unggulan

PANDUAN LENGKAP MENYUSUN RAB (FORMAT RAB DESA)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel