MENGISI TINGKAT PERKEMBANGAN DESA/ KELURAHAN (DENGAN FORMULA EXCEL)

Data Isian Tingkat Perkembangan Desa

Data yang harus diisi sebagaimana format pada buku profil desa bagian tingkat pekembangan desa/kelurahan halaman pertama seperti ini :


Bagian  I. PERKEMBANGAN PENDUDUK

Harus mengisi perkembangan penduduk, jumlah penduduk tahun lalu dan tahun ini dan menghitung perkembangan (betambah/berkurang), pada tabel berikut :

A.    Jumlah Penduduk


Sudah dibcarakan pada materi sebelumnya data penduduk  dapat memanfaatkan data SIAK sebagai basis data.  Pada tulisan ini kita akan menghitung jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dari data SIAK dengan menggunakan formula excel, untuk mengisi cell yang diberi tanda blok merah di atas.
Catatan data SIAK dapat disalin datanya melalui Dinas/OPD yang menangani kependudukan di Kabuapten/Kota masing-masing . Tampilan datanya seperti di bawah , bagian baris 11 s/d 4518  sengaja di “hide”  agar cell pada baris terakhir terlihat untuk membantu pemahaman yang jelas dari formula excel yang akan dibahas. Bagian-bagian yang akan terkait dengan rumus sengaja di lingkari / diblok dan beri panah, merupakan bagian yang akan dibahas pada rumus excel yang akan kita buat. Silahkan perhatikan baik-baik tabel di bawah.


Secara umum untuk mengetahui jumlah data yang terdapat dalam satu kolom kita menggunakan rumus  sebagai berikut : =COUNTIF(range;kriteria)
Pada tabel di atas kita akan menghitung  jumlah jenis kelamin “L” dan “P” yang berada pada kolom “D” cell “2” sampai dengan cell “4530”, sehingga rangenya akan kita tulis (dollar, nama kolom,dolar, nomor cell awal, titik dua,dollar , nama kolom,dolar, nomor cell akhir). Penjelasannya panjang namun jika ditulis : $D$2:$D$4530 ini range yang akan kita hitung dari tabel di atas. Range yang terpilih akan ditunjukan dengan kotak biru, silahkan perhatikan baik-baik.  Sedangkan kriteria/ data yang ada pada kolom “D” yaitu “L” dan “P”.

Penggunaannya dapat dijelaskan sebagai berikut. 

  1. Jika kita ingin menghitung penduduk laki-laki dan datanya ingin ditampilkan di cell D4532, maka klik cell D4532 lalu ketik =COUNTIF($D$2:$D$4530;”L”) lalu enter, jika formula yang dimasukan benar maka akan muncul secara otomatis jumlah penduduk laki-laki.
  2. Jika kita ingin menghitung penduduk Perempuan dan datanya ingin ditampilkan di cell D4533, maka klik cell D4533 lalu ketik  =COUNTIF($D$2:$D$4530;”P”) lalu enter, jika formula yang dimasukan benar maka akan muncul secara otomatis jumlah penduduk perempuan.
Hasil penghitungan tersebut silahkan masukan di data jumlah penduduk  pada profil desa sebagimana  tabel jml. Penduduk yang telah ditunjukan dibagian awal tulisan.
Hasil akhir pehitungan ditunjukan sebagaimana tabel di bawah, mudahkan bukan, silahkan mempraktekannya. 


Kita telah mendapat gambaran mengolah data, namun yang dijelaskan di atas sumber data dan pengolahan datanya ada  pada sheet yang sama.  Sedangkan  pada  aplikasi sebenarnya tentu sebaiknya kita membedakan sheet data(data base) dengan sheet pengolahan data (Profil) .  Jadi kita membuat sheet  Database dan sheet Profil dengan sheet yang berdeda tetapi masih dalam satu worksheet MS Excel,  akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

20 INDIKATOR KESEJAHTERAAN KELUARGA VERSI BKKBN


20 Indikator Keluarga Sejahtera

Jika anda harus mengisi Profil Desa, pada daftar isian tingkat perkembangan desa hal 1 harus mengisi jumlah keluarga dengan berbagai tingkatan kesejahteraan.
Tepatnya pada bagian romawi "II EKONOMI MAYARAKAT" hurup "B Kesejahteraan Keluarga", adapun kolom yang harus diisi seperti ini:


Data tingkatan kesejahteraan keluarga perdesa biasanya tersedia di Pos KB Kecamatan.
Sekedar menambah pengetahuan bagaimana indikator untuk menentukan tingkatan kesejahteraan keluarga. Terdapat dua puluh (20) indikator versi BKKBN untuk menseleksi tingkatan kesejahteraan keluarga. Indikator tersebut yaitu :
  1. Pada umumnya anggota keluarga makan dua kali sehari  atau lebih.
  2. Anggota Keluarga Memiliki Pakaian Yang berbeda untuk dirumah, bekerja/sekolah dan bepergian.
  3. Rumah yang ditempati keluarga mempunyai Atap, Lantai dan Dinding yang baik.
  4. Bila anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan.
  5. Bila pasangan usia subur ingin ber-KB dibawa ke sarana pelayanan kontrasepsi.
  6. Semua anak umur 7-15 tahun dalam keluarga bersekolah.
  7. Pada uumnya anggota keuarga melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya maising-masing.
  8.  Paling kurang sekali seminggu seluruh anggota keluarga makan daging /ikan/telur
  9.  Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang Satu Stel Pakaian Baru dalam setahun
  10. Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untUk setiap penghuni rumah
  11. Ada seorang atau lebih anggota keluarga yang bekerja untuk memperoleh penghasilan
  12. Seluruh anggota keluarga umur 10-60 tahun bisa baca tulisan latin
  13.  Pasangan usia subur dengan 2 anak atau lebih menggunakan alat kontrasepsi
  14. Keluarga berupaya meningkatkan pengetahuan agama
  15.  Sebagian penghasilan keluarga ditabung dalam bentuk uang maupun barang
  16. Kebiasaan keluarga makan bersama paling kurang seminggu sekali dimanfaatkan untuk berkomunikas.
  17.  Keluarga sering ikut dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal
  18. Keluarga memperoleh informasi  dari surat kabar/ majalah/ radio/ TV
  19.  Keluarga secara teratur  dengan sukarela memberikan sumbangan materil untuk kegiatan sosial
  20. Anggota keluarga yang aktif sebagai pengurus perkumpulan sosial/yayasan institusi masysrakat
Terdapat dua puluh indikator yang digunakan untuk  menentukan tahapan kelarga sejahtera versi BKKBN

  • Keluarga Sejahtera 3+ adalah keluarga yang jawaban pada dua pupuh indikator menjawab ya (seperti contoh di atas)
  • Keluarga Sejahtera 3 adalah keluarga yang  indikator no 1 s/d no 18 jawabannya " ya"  tetapi  salah satu indikator nomor 19 dan 20 jawabannya "tidak"
  • Keluarga Sejahtera 2 adalah keluarga yang  indikator no 1 s/d no 13 jawabannya " ya"  tetapi  salah satu indikator nomor 14 s/d 20 jawabannya "tidak"
  • Keluarga Sejahtera 1 adalah keluarga yang  indikator no 1 s/d no 13 jawabannya " ya"  tetapi  salah satu indikator nomor 7 s/d 13 jawabannya "tidak"





ANGGARAN PENYUSUNAN PROFIL DESA/KELURAHAN

Sejak diberlakukannya UU nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dana yang diperoleh desa sangat besar. Saat ini saja (tahun 2017) tidak kurang dari satu milyar setiap desa memperoleh dana dari Dana Desa dan ADD. Jumlah yang besar tersebut harus dabarengi dengan meningkatnya target dan capaian kinerja pemerintah desa. Sehingga percepatan kemajuan pembangunan desa dalam mewujudkan desa yang maju mandiri dan sejahtera sesuai amanat UU no 6/2014 dapat terwujud. Pemerintah Desa saat ini mempunyai dana/ anggaran yang cukup ditambah prasrana penunjang perlengkapan kantor dan kemajuan TI yang sangat menunjang pekerjaan dilakukan dengan cepat. Alasan bagi desa tidak mengerjakan profil desa karena masalah dana tidak lagi dapat ditolelir. Bahkan sebelum diberlakukannya UU Desa permendagri 12/2007 pasal 53 telah mengatur bahwa pendanaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengumpulan, pegolahan , analisisis, interpretasi serta publikasi dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan dapat dianggarkan dalam APB Desa melalui Alokasi Dana Desa. Jika tidak atau lupa dianggarkan maka mulai sekarang anggarkan dalam APB Desa, sebelumnya pastikan kegiatan penyusunan profil desa masuk dalan Rencana Kerja Tahunan Desa (RKPDesa) dan harus ada di RPJM Desa. Jika tidak ada di RPJMDesa segera lakukan review RPJMDesa dan lakukan perubahan. Ikuti mekanisme perubahan RPJMDesa dan RKPDesa. Perencanaan desa (RPJMDesa, RKPDesa dan APBDesa) harus sesuai dengan pelaksanaan atau dengan kata lain setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan harus ada dasar perencanaannya di RPJMDesa, RKPDesa maupun APBDesa. Dokumen perecanaan desa harus dilaksanakan persisten dan konsiten agar tidak terjadi indikasi penyimpangan dana yang akan berakibat masalah hukum bagi desa dikemudian hari. Pertimbangkan Pasal 40 Permendagri 12 tahun 2007 yang berbunyi : “ Pengumpulan, pengolahan dan publikasi data potensi desa dan kelurahan dilaksanakan setiap tiga tahun sedangkan data dasar keluarga dan tingkat perkembangan desa dan kelurahan dilakukan setiap tahun dan lima tahun.” a. Update data potensi desa/ kelurahan , tingkat perkembangan desa/ kelurahan dan DDK dilakukan setiap tahun. b. Pengumpulan, pengolahan data potensi desa dan kelurahan setiap tiga tahun. c. Pengumpulan dan pengolakan data dasar keluarga dan tingkat perkembangan desa kelurahan setiap tahun dan lima tahun. d. Publikasi data potensi desa dan kelurahan setiap tiga tahun. e. Publikasi DDK dan tingkat perkembangan desa dan kelurahan setiap tahun dan lima tahun. Publikasi disajikan dalam bentuk: a. Softcopy (buku, papan profildesa/ kelurahan); b. Hardcopy seperti (compact disk room, flash disk, media audio video, website dll). c. Kepala Desa juga membuat surat dinas dan menyampaikan profil desa yang sudah di syahkan ke institusi pemerintah di atasnya. Profil desa yang dipublikasikan agar mudah diakses oleh masyarakat, pelaku pembangunan desa dan kelurahan , dunia usaha maupun institusi pemerintah pada berbagai tingkatan.
Dengan gambaran kegiatan yang harus dilakukan dapat merencanakan anggaran yang dibutuhkan. Sebagai gambaran saja anggaran dapat direncanakan sebagai berikut ; 1. Kegiatan pembentukan Pokja profil desa/ kelurahan. Dianggarkan : ATK, makan minum rapat, dll. 2. Sosialisasi pendataan profil desa/kelurahan. Dianggarkan : ATK, Makan minum rapat, nara sumber, dll. 3. Pelatihan operator Profil desa/kelurahan dan petugas pencacah. Dianggarkan : ATK, bahan pelatihan, honor narasumber, uang saku peserta, dll. 4. Penggandaan form isian Data Dasar Keluarga. Dianggarkan : Barang cetak/ penggandaan. 5. Pendataan Dianggarkan : Honor petugas pencacah/ pengumpul data 6. Pengolahan data. Dianggarkan : ATK, Honor Pokja, uang lembur, upah operator. 7. Publikasi Dianggarkan : ATK, penggandaan/photo copy, pengadaan papan data profil dll. Dalam menentukan belanja silakan mengacu kepada Harga Satuan Barang di daerah masing-masing, HSB tiap tahun ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

LOWONGAN KERJA PENDAMPING DESA KEMENDES 2017

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, pada tahun 2017 ini akan merekrut tenaga Pendamping Desa Profesional. Peluang yang patut untuk tidak dilewatkan, bagi anda yang ingin memperjuangkan kemajuan desa.

Penyediaan tenaga pendamping Profesional dilakukan melalui rekrutmen secara terbuka, berdasarkan Permen Desa PDT & Taransmigrasi Nomor 3 tentang Pendampingan Desa. Untuk mengisi kekosongan di baerbagai lokasi mulai tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten. Kebutuhan Tenaga Pendamping Profesional terdiri dari :

  1. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) untuk ditempatkan di tingkat Kabupaten/Kota , terdiri dari :
    1. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD);
    2. Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID);
    3. Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP);
    4. Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED);
    5. Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG);
    6. Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD).
  2. Pendamping Desa (PD) untuk ditempatkan di Kecamatan, terdiri dari :
    1. Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP)
    2. Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI)
  3. Tenaga Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk kebutuhan seluruh Desa.

Anda berminat untuk mengisi rekrutmen tersebut ? Silahkan baca kualifikasinya mungkin salah satunya cocok dengan minat dan kemampuan anda.
KUALIFIKASI TENAGA PENDAMPING PROPESIONAL :

  1. Pendamping Lokal Desa (PLD)
    1. Latar belakang pendidikan minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat;
    2. Memiliki pengalaman kegiatan pembangunan desa dan/atau pemberdayaan masyarakat minimal 2 (dua) tahun;
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan di Desa;
    4. Memiliki pengalaman dalam pengembangan kapasitas, kaderisasi danpengorganisasian masyarakat;
    5. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Desa;
    6. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    7. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah Desa;
    8. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    9. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    10. Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 50 (lima puluh) tahun;
    11. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    12. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  2. Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP)
    1. Latar belakang pendidikan dari semua bidang ilmu minimal Diploma III (D-III);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakatminimal 4 (empat) tahun untuk Diploma III (D-III), 2 (dua) tahun untuk Strata 1 (S-1) dan fresh graduate (0 tahun) untuk Strata 2 (S- 2);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasi pelaksanaan program dan kegiatan di Desa;
    4. Memiliki pengalaman dalam pengembangan kapasitas, kaderisasi danpengorganisasian masyarakat;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerjasama antarlembaga kemasyarakatan di tingkat Desa;
    6. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Desa;
    7. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan mencakup aspek fasilitasipenyelenggaraan pelatihan, fasilitasi kaderisasi dan menguasai metodologi pendidikan orang dewasa;
    8. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    9. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah Desa;
    10. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    11. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    12. Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 50 (lima puluh) tahun;
    13. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    14. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  3. Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI)
    1. Latar belakang pendidikan bidang ilmu Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur minimal Diploma III (D-III);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan infrastruktur Desa minimal 2 (dua) tahun untuk D-III dan fresh graduate (0 tahun) untuk Strata 1 (S-1);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan pemeliharaan kegiatan infrastruktur di Desa;
    4. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Desa;
    5. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan bimbingan teknis konstruksi secara sederhana;
    6. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    7. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah Desa dan masyarakat Desa;
    8. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    9. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    10. Pada saat mendaftar usia minimal 21 (dua puluh satu) tahun dan maksimal 50 (lima puluh) tahun;
    11. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    12. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  4. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD)
    1. Latar belakang pendidikan dari semua bidang ilmu minimalStrata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahununtuk Strata 1 (S-1), 2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan 1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sektoral;
    4. Memiliki pengalaman dalam pengembangan kapasitas, kaderisasi dan pengorganisasian masyarakat;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    6. Mampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota.
    7. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan mencakup aspek penyusunan modul sederhana, fasilitasipenyelenggaraan pelatihan, fasilitasi kaderisasi dan menguasai metodologi pendidikan orang dewasa;
    8. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    9. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    10. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel,Power Point) dan internet;
    11. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas; Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 55 (lima puluh lima)tahun; Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    12. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  5. Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID)
    1. Latar belakang pendidikan dari bidang ilmu Teknik Sipil minimalStrata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan infrastruktur Desa minimal 5 (lima) tahun untuk Strata 1 (S-1),2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan 1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sektoral khususnya yang terkait dalam pembangunan infrastruktur;
    4. Memiliki pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat dan peng-organisasian masyarakat; Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antar lembaga kemasyarakatan;
    5. Mampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;
    6. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota;
    7. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan terkait dengan pembangunan infrastruktur Desa;
    8. Berpengalaman dalam perencanaan, pelaksanaan dan kontrol dalam pekerjaan teknik;
    9. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    10. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    11. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    12. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    13. Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 55 (lima puluh lima) tahun;
    14. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    15. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  6. Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP)
    1. Latar belakang pendidikan dari semua bidang ilmu minimal Strata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun untuk Strata 1 (S-1),2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan 1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengorganisasi pelaksanaan program dan kegiatan sektoral dalam pengembangan ekonomi perdesaan;
    4. Memiliki pengalaman dalam pembangunan Desa secara partisipatif dan siklus perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    6. Mampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;
    7. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota;
    8. Memiliki kemampuanmemberikan pelatihan dan pembimbingan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan secara partisipatif;
    9. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    10. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    11. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    12. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    13. Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 55 (lima puluh lima) tahun; 14. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    14. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  7. Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED)
    1. Latar belakang pendidikan diutamakan bidang ilmu ekonomi minimal Strata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun untuk Strata 1 (S-1),2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sektoral dalam pengembangan ekonomi perdesaan;
    4. Memiliki pengalaman dalam pengembangan ekonomi pedesaan;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    6. Mampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;
    7. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota;
    8. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan pengembangan ekonomi perdesaan;
    9. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    10. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    11. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    12. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    13. Pada saat mendaftar usia minimal 25 (dua puluh lima) tahun dan maksimal 55 (lima puluh lima) tahun;
    14. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    15. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain(Double Contract).
  8. Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG)
    1. Latar belakang pendidikan diutamakan bidang ilmu teknologi dalam pertanian/perikanan/peternakan/kehutanan/pariwisata minimal Strata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun untuk Strata 1 (S-1), 2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan 1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sektoral dalam pengembangan teknologi tepat guna;
    4. Memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi tepat guna untuk pengembangan sosial ekonomi Desa;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    6. vMampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;
    7. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota;
    8. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan dalam bidang teknologi tepat guna perdesaan;
    9. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    10. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    11. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    12. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    13. Pada saat mendaftar usia minimal 25(dua puluh lima) tahun dan maksimal 55(lima puluh lima) tahun;
    14. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    15. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
  9. Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD)
    1. Latar belakang pendidikan diutamakan bidang ilmu kependidikan atau kesehatan minimal Strata 1 (S-1);
    2. Memiliki pengalaman kerja dalam bidang pembangunan Desa dan atau pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun untuk Strata 1 (S-1),2 (dua) tahun untuk Strata 2 (S-2) dan1 (satu) tahun untuk Strata 3 (S-3);
    3. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meng-organisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sektoral dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan;
    4. Memiliki pengetahuan tentang standar pelayanan minimum dibidang pendidikan dan kesehatan serta pengalaman dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan; Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    5. Pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan;
    6. vMampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya;
    7. Memahami sistem pembangunan partisipatif dan pemerintahan Kabupaten/Kota;
    8. Memiliki kemampuan memberikan pelatihan dan pembimbingan pengembangan pendidikan dan kesehatan;
    9. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan;
    10. Memiliki kemampuan dan sanggup bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/Kota;
    11. Mampu meng-operasikan komputer minimal program Office (Word, Excel, Power Point) dan internet;
    12. Sanggup bekerja penuh waktu sesuai standar operasional prosedur dan siap bertempat tinggal di lokasi tugas;
    13. Pada saat mendaftar usia minimal 25(dua puluh lima) tahun dan maksimal 55(lima puluh lima) tahun;
    14. Bukan pengurus partai politik manapun dan/atau terlibat dalam kegiatan partai politik;
    15. Tidak sedang memiliki ikatan kontrak kerja profesional dengan pihak lain (Double Contract).
Anda berminat . Silahkan melakukan Pendaftaran secara online terpusat melalui website dengan alamat: http://pendamping2017.kemendesa.go.id; Sebelumnya silahkan download erlebih dahulu panduannya:

MANFAAT DATA PROFIL DESA DAN KELURAHAN



Profil desa dan kelurahan berguna bagi pemerintah desa, institusi pemerintah desa dan pemerintah di atasnya (kabupaten, provinsi maupun pemerinta pusat). Data dasar keluarga, data potensi desa dan data perkembangan desa sebagai data dasar bersama pelaku pembangunan desa/kelurahan dalam mendukung :
1.    Perencanaan;
2.    Pengorganisasian;
3.    Pelaksanaan;
4.    Pengendalian;
5.    Evaluasi;
6.    Pelestarian kegiatan;
7.    Program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan;
8.    Pemberdayaan masyarakat;
9.    Pelayanan publik ;
10.    Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan & Lembaga kemasyarakatan
11.    Penataan wilayah administrasi pemerintahan.

Profil desa sebagiman pasal 42 permendagri nomor 12 Tahun 2007 dimanfaatkan untuk :
1.    Mengetahui karakteristik potensi desa/kelurahan;
2.    Mengukur kecepatan perkembangan desa/kelurahan;
3.    Mengukur status kemajuan dan kategori tingkat perkembangan desa/kelurahan;
4.    Menjadi input strategis dalam musyawarah pembangunan partisipatif;
5.    Menjadi pedoman dalam menentukan arah pengembangan desa/kelurahan;
6.    Koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi kebijakan program masuk desa/kelurahan;
7.    Menjadi alat deteksi permaslahan yang menghambat laju perkembangan masyarakat;
8.    Penataan administrasi pemerintahan desa/kelurahan;
9.    Penentuan lokasi sasaran dan keluarga penerima berbagai program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

FORMULA EXCEL UNTUK MENGISI PROFIL DESA

Mengolah data SIAK

Pada tulisan ini akan dibahas bagaimana cara menggunakan data SIAK sebagai data sekunder untuk mengisi profil desa. Banyak sekali format isian profil desa yang datanya bisa diambil dari data SIAK. Dengan menggunakan formula MS Excel memilih/ memilah (filter) dan menghitung/tabulasi data lebih mudah, cepat, dan akurat.
Bagaimana kita dapat memaksimalkan data SIAK (Sistem Informasi Data Kependudukan) agar menjadi sumber data desa yang akurat. Bagaimana pula cara yang harus kita lakukan agar data SIAK dapat disajikan dalam bentuk statistik (angka/jumlah/diagram).
Pada tulisan ini dan beberapa tulisan kedepan saya akan coba membahas, cara menyajikan data statistik dari data SIAK. Hanya menggunakan formula MS Excel ternyata banyak data yang dapat kita sajikan, hal ini pasti akan sangat berguna untuk laporan, pengisian profil desa, quesioner tingkat perkembangn desa dan masih banyak lagi.
Basis data yang digunakan adalah data penduduk dari data SIAK (Sstem Informasi Administrasi Kependudukan), data masing-masing desa dapat diminta ke Disdukcapil melalui Kecamatan.
Data SIAK adalah data penduduk berbasis online akan digunakan sebagai satu-satunya database penduduk di Indonesia. Dengan sistem online data penduduk melalui SIAK akan selalu diperbaharui (di-update). Untuk selanjutnya dalam modul ini kita sebut data SIAK saja.
Kita mulai dengan membuka Microsoft Excel, buat work sheet baru dan beri nama “Data Penduduk” . Silahkan copy paste data SIAK pada “sheet 1” dan ganti namanya dengan “Database”.
Tampilan data SIAK sebagaimana di bawah kita simpan dengan nama sheet “Database”. Mohon diperhatikan penulisan nama sheetnya, karena akan digunakan saat membuat formula excel pada bagian selanjutnya. Ingat penulisan formula/rumus sangat sensitif, salah tulis hurup besar atau kecil akan berpengaruh.

Bagian Pertama:
Menghitung jumlah penduduk menurut jenjang pendidikan

Pada bagian ini kita akan menghitung dan mengklasifikasi penduduk berdasarkan pendidikan atau dengan kata lain variabelnya adalah pendidikan. Sedangkan nilai yang akan kita cari yang petama adalah jenjang pendidikan dan yang kedua jumlah penduduk berdasarkan jenjang pendidikannya.
Jenjang pendidikan berdasarkan data SIAK terdapat pada kolom “L” apabila kita filter datanya akan muncul list jenjang pendidikan (ada 9 jenjang pendidikan) tampak sebagai berikut:
Selanjutnya kita perlu menghitung nilai yang kedua yaitu berapa orang jumlah penduduk pada masing-masing jenjang pendidikan. Kalau kita hitung dengan cara manual akan menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa seharian penuh
Nah agar mudah dan cepat kita akan menggunakan formula excel (rumus excel). Silakan ikuti caranya :
  1. Buka sheet 2 beri nama sheet dengan “Penddikan” masih dalam satu work sheet dengan sheet “Database”.
  2. Ketik “Pendidikan” pada sel B2 dan “Jumlah” pada sel C2 sebagai tabel header. Selanjunya ketikan jenjang pendidikan dari mulai sel B3 sampai dengan cel B11. Agar mudah terlihat dapat disorot dari sel B2 – C11 dan beri warna. Tampilannya akan terlihat seperti ini :
  3. Untuk mengetahui jumlah penduduk perjenjang pendidikan silahkan klik pada sel C3 dan ketikan formula di bawah ini : =COUNTIF(Database!$L$2:$L$5551;Pendidikan!B3) Jika di enter akan muncul jumlah penduduk Tidak/Belum Sekolah Untuk menghitung jenjang penddikan yang lainnya, tinggal copy sel C3 dan paste pada sel C4 sampai dengan C11. Jika penulisan rumusnya benar hasilnya akan muncul otomatis

Bagian Kedua:
Menghitung jenjang pendidikan berdasarkan jenis kelamin

Selanjutnya mari kita belajar untuk formula penghitungan jenjang pendidikan penduduk perjenis kelamin.
  1. Masih pada sheet “Pendidikan” , tambahkan dua kolom setelah kolom jumlah, pada sel D3 ketik “Laki-laki” pada sel E3 “Perempuan”.
  2. Klik pada sel D3 ketik rumus berikut ini : =SUMPRODUCT((Database!$D$2: $D$5551="L")*(Database!$L$2:$L$5551=B3)*1)
  3. Selanjutnya klik enter, apabila rumus yang dimasukan benar pada sel D3 akan muncul angka sebagai jumlah penduduk laki-laki dengan jenjang pendidikan Tidak/Belum Sekolah. Untuk mengisi sel di bawahnya tinggal copy paste saja. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar gambar di bawah ini.
  4. Untuk mengisi kolom jenis kelamin perempuan langkahnya sama, tinggal mengubah “L” pada rumus dengan “P”, rumusnya menjadi : =SUMPRODUCT((Database!$D$2:$D$5551="P")*(Database!$L$2:$L$5551=B3)*1) Klik pada sel E3 dan ketikan rumus di atas, apabila dilakukan dengan benar hasil akhirnya data akan terisi secara otomatis. Seperti contoh gambar di bawah.


CONTOH LAPORAN MONEV PKK DESA

LAPORAN KEGIATAN
MONITORING DAN EVALUASI 10 PROGRAM POKOK PKK
DI DESA ...... KECAMATAN .......

A. Latar Belakang

PKK sebagai salah satu kegiatan ibu-ibu bisa mewarnai pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pusat. Selain itu PKK juga sebagai awal dari peningkatan program kesehatan masyarakat yang dilakukan secara nasional oleh pemerintah. Dengan dilakukannya penilaian 10 Proram PKK , diharapkan PKK Desa dapat lebih maju dan mandiri dalam keikutsertaannya mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera.

B. Maksud dan tujuan

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK dimaksudkan untuk mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan 10 Program PKK. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan :
  1. Mengetahui data ril capaian 10 program PKK di Desa ....... Kecamatan ............
  2. Mengukur Keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan 10 Program PKK di Desa Rajawangi sehingga dapat memberikan umpan balik langkah-langkah untuk perbaikan dimasa mendatang.

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK Tingkat Kecamatan .......... dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 22 Maret 2017 di Desa ..........

D. Dasar Pelaksanaan

  1. Keputusan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga;
  2. Rakernas VII Tahun 2010
  3. Surat Bupati Majalengka No 147.14/385/DP3AKB/2017 tanggal 9 Maret 2017
  4. Surat TP. PKK Kabupaten Nomor 16/TP. PKK-Kab/III/2017 Perihal Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK.

E. Pembiayaan

Adapun sumber dana pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK Tingkat Kecamatan Leuwimunding Tahun 2017 di Desa ........ sepenuhnya di danai melalui APBDesa ........ Tahun 2017.

F. Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga antara lain melalui pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan 10 program pokoknya. PKK telah menunjukkan hasil kegiatan yang cukup berarti serta dapat meningkatan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Dengan 10 program pokoknya, PKK mampu pula meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mengembangkan kualitas keluarga dalam membangun keluarga sejahtera, agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan materiil dan spirituilnya, sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal yang meliputi fungsi – fungsi keagamaan, social, budaya, cinta kasih, melindungi,pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.
Semua kegiatan – kegiatan tersebut dilaksanakan secara berjenjang mulai dari PKK Desa, kelompok - kelompok PKK RW, RT dan Dasa Wisma sebagai ujung tombak kegiatan keluarga sebagai sarana utama.
Adapun dalam rangka pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, segenap pengurus TP. PKK telah melaksanakan kegiatan sesuai tugasnya, dan dapat kami laporkan sebagai berikut ;

KETUA

  1. Memberikan bimbingan, pembinaan bantuan dan memfasilitasi kelancaran dan kelangsungan gerakan PKK Desa .........
  2. Melaksanakan koordinasi dengan Para ketua Pokja dalam kegiatan pelaksanaan masing-masing Pokja
  3. Melaksanakan Kordinasi Keluar (Dewan Pembina, TP PKK KECAMATAN, Koordinator PLKB dan pihak-pihak lain yang di perlukan) demi tercapainya Pelaksanaan kegiatan PKK Desa .........

SEKRETARIS

  1. Di bidang Ketatausahaan :
    1. Kegiatannya yaitu membuat dan meng-arsipkannya semua jenis kegiatan, baik dalam pembuatan surat menyurat dan peng-arsipan maupun pembentukan kelompok dasa wisma.
    2. Membina administrasi PKK RW, RT
  2. Di bidang Perencanaan.
    1. Kegiatannya yaitu Menyusun Program Kerja dan anggaran biaya bersama ketua dan bendahara.
    2. Membuat laporan tahunan Tp. PKK Desa

BENDAHARA

Dalam melaksanakan roda organisasi TP PKK Desa Rajawangi tidak terlepas dari perlunya pendanaan. Adapun sumber dana yang diterima oleh TP PKK Desa Rajawangi berdasarkan bantuan Pemerintah/ADD Tahun Anggaran 2016 adalah Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah) dan Pengelolaan Administrasi Keuangannya selalu kami catat, baik pemasukan maupun pengeluaran dalam buku kas umum dan kas harian. Dan melakukan tutup buku setiap tanggal 10 (sepuluh).

POKJA I

Melaksanakan dua bidang program :
  1. Program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila :
    1. Mengajak Pengurus dan Anggota untuk mengikuti kegiatan Keagamaan seperti sholawatan ibu-ibu dan pengajian rutin Kuliah Subuh di masjid AL AMIN setiap hari, dan Pengajian Mingguan di Mesjid AL HIDAYAH setiap Hari Minggu
    2. Membina dan memberikan penyuluhan kepada para remaja.
    3. Membina dan memberikan penyuluhan kepada kelompok Lansia.
    4. Mengadakan Kegiatan Arisan PKK setiap minggu ke dua.
  1. Program Gotong-royong :
    1. Melaksanakan Gerakan Jumsih / Jum at Bersih setiap hari jumat di wiayahnya masing-masing.
    2. Melaksanakan Kerja Bakti membantu dalam kegiatan rehabilitasi dan Pembangunan Madrasah.

POKJA II

  1. Pembinaan Kelompok UP2K SEDAP MALAM dengan jumlah Anggota Kelompok 7 Orang dengan jenis Aneka Usaha Produktif seperti pedagang jajanan, dan kerajinan anyaman rotan dan bambu.
  2. Pembinaan Kelompok BKB SEDAP MALAM dengan jumlah anggota 16 orang.
  3. Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.
  4. Mengembangkan keterampilan anyaman, kerajinan dan makanan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
  5. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya WAJAR DIKDAS (wajib belajar pendidikan dasar) 9 tahun dan WAJAR DIKDAS 12 tahun.

POKJA III

  1. Melaksanakan Pembinaan Rumah Sehat yang layak huni.
  2. Melaksanakan Pembinaan HATINYA PKK kepada TP PKK Desa .........
  3. Mensosialisasikan cara berbusana yang sopan, serasi dan sesuai dengan norma sosial dan agama.
  4. Memberikan arahan supaya meng-optimalkan lahan pekarangan sebagai lahan produktif dengan pemanfaatan lahan untuk menanam sayur sayuran dan obat obatan.
  5. Membina kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

POKJA IV

  1. Mengikuti dan mensosialisasikan kepada masyarakat Program Pemerintah untuk ber-KB.
  2. Membina Kegiatan Posyandu dan melaksanakan Posyandu ke bloknya masing-masing.
  3. Melaksanakan Sosialisasi PHBS ( perilaku hidup bersih dan sehat ) pada Kader dan Masyarakat.
  4. Penyuluhan tentang pemberian ASI EKKLUSIF dan gemar menabung.
  5. Melaksanakan kegiatan pemberian vitamin A melalui kegiatan penimbangan BALITA di Posyandu.

FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG TELAH DI RAIH PADA TAHUN 2016

Kegiatan Tim Penggerak PKK Desa ....... selama tahun 2016 baru memperoleh satu prestasi yang menonjol yakni sebagai juara harapan II lomba kreasi tumpeng dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, tetapi secara umum partisipasi kaum perempuan pada kegiatan internal PKK maupun kegiatan pembangunan menunjukan adanya peningkatan yang signifikan.

HAMBATAN-HAMBATAN

Hambatan yanh dihadapi TP. PKK Desa ....... diantaranya:
  1. Terbatasnya jumlah kemampuan kader PKK, sehingga ada kecenderungan anggota PKK adalah khusus perempuan saja kaum pria kurang berperan aktif.
  2. Kemampuan dan pengetahuan Pengurus TP PKK Desa, RW dan RT masih terbatas, sehingga dalam pengerjaan administrasi masih belum maksimal.
  3. Sarana dan Prasarana seperti posyandu yang kurang layak dan masih numpang di tempat/tanah warga.

KESIMPULAN DAN SARAN

TIM PENGGERAK PKK Desa ........ sepanjang tahun 2016 melakukan kegiatan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk menghimpun, menggerakan dan membina masyarakat serta menggali dan mengembangkan potensi yang ada untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK.
Demi terwujudnya kinerja TIM PENGGERAK PKK DESA ........., kami mengharapkan bimbingan dan arahan dari berbagai pihak supaya kami lebih maksimal lagi dalam membuka pintu-pintu INOVASI dan jendela-jendela KREATIFITAS sehingga terciptanya peningkatan 10 Program Pokok PKK di desa kami.
Demikian kegiatan-kegiatan yang telah kami laksanakan dengan harapan agar ibu ketua TP PKK KECAMATAN dan ibu Ketua TP PKK KABUPATEN beserta jajaran pengurus dapat senantiasa membina dan membimbing kami agar kami mampu mencapai yang lebih baik lagi.
.................., 22 April 2016
TP. PKK Desa ....................
................Ketua............


......(Ny. .............) .......

DAFTAR ISI RKP DESA

Daftar Isi RKPDesa

KATA PEMBUKA

Banyak pembaca yang meminta contoh RKPDesa yang sudah jadi. Saya coba memenuhi permintaan tersebut. Saya akan sajikan dalam tujuh tulisan. Tiap tulisan akan memuat satu BAB dan seluruhnya ada enam BAB dan Daftar Isi. Contoh RKPDesa yang saya tilis ini hanya sebagai contoh, pasti banyak kekurangannya. Silahkan untuk melengkapi dan memperbaikinya, yang penting tidak keluar dari aturan yang sudah ditentukan.

Pada tulisan pertama ini kita mulai dengan daftar isi. Daftar isi ini memberikan gambaran apa saja yang harus ada dalam dokumen RKPDesa yang akan kita susun. Anggap saja daftar isi RKPDesa ini sebagai rambu-rambu/ sistematik penyusunan RKPDesa.

Daftar Isi RKPDesa

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Maksud Tujuan
Dasar Hukum
Sistematika Penyusunan
EVALUASI PELAKSANAAN RKP TAHUN SEBELUMNYA
Kondisi Objektif Desa
Evaluasi Pelaksanaan RKP Tahun sebelumnya
  1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
  2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan
  3. Bidang Pelaksanaan Kemasyarakatan Desa
  4. Bidang Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Desa
GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN KEUANGAN DESA
Pagu Indikatif Desa
Pendapatan Asli Desa
Swadaya Masyarakat Desa
Bantuan Dari Pihak Ketiga
PRIORITAS PROGRAM, KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA
Prioritas Program Kegiatan dan Anggaran Desa yang dikelola Desa
Prioritas Program Kegiatan dan Anggaran Desa yang dikelola Melalui Kerjasama Antar Desa/ Pihak Ketiga.
Prioritas Program Kegiatan dan Anggaran Desa yang dikelola oleh Desa Sebagai Kewenangan Penugasan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
PELAKSANA KEGIATAN
PENUTUP

EXPOSE MONEV TP. PKK DESA

Assalaamu alaikum wr.wb.
  • Yang Terhormat dan sangat kami hormati Wakil Bupati Majalengka Bapak DR.H.KARNA SOBAHI, M.M.Pd. beserta Ibu
  • Yang Terhormat Tim Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK Kabupaten Majalengka
  • Yang Terhormat Bapak Camat Leuwimunding selaku Dewan Pembina Tim Penggerak PKK Kecamatan
  • Yang Terhormat Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Leuwimunding beserta anggota
  • Yang Terhormat Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Leuwimunding beserta anggota
  • Yang Terhormat Bapak Kepala Desa Rajawangi selaku Dewan Pembina Tim Penggerak PKK Desa Rajawangi
  • Yang Terhormat para Kepala Desa Se-Kecamatan Leuwimunding selaku Dewan Pembina PKK tingkat desa
  • Yang Terhormat Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Se-Kecamatan Leuwimunding beserta anggota
  • Para Ibu-ibu pengurus dan anggota PKK Desa Rajawangi yang sangat saya hormati dan saya banggakan.

Hadirin Undangan Yang Berbahagia

Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya , alhamdulilah kita pada hari ini dapat berkumpul bersama pada acara MONITORING DAN EVALUASI 10 PROGRAM PKK TINGKAT KABUPATEN MAJALENGKA di desa Rajawangi yang sangat kita cintai ini semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tetap tercurah pada Baginda Alam Kanjeng Nabi Muhamad SAW, kepada keluarganya para sahabatnya termasuk kita selaku umatnya sampai akhir zaman, Amin ya Robbal Alamiin.

Hadirin Undangan Yang Berbahagia

Gerakan PKK adalah Gerakan Nasional yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat dengan perempuan sebagai motor penggeraknya, menuju terwujudnya Keluarga Bahagia, Sejahtera, Maju dan Mandiri
Searah dengan kebijakan tersebut PKK sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan Tugas dan fungsinya, berupaya seoptimal mungkin memasyarakatkan 10 Program PKK untuk Kesejahteraan Keluarga dan masyarakat sesuai dengan RAKERNAS PKK VII Tahun 2010.

Hadirin Undangan Yang Berbahagia

Ruang lingkup wilayah kerja TP PKK Desa Rajawangi, meliputi wilayah desa Rajawangi yang terdiri dari 2 Dusun 5 RW/Blok 19 RT, Jumlah Penduduk saat ini sebanyak 4050 jiwa terdiri dari 2083 orang laki-laki dan 1967 orang perempuan dengan 1284 Kepala Keluarga.
Keadaan Pengurus dan anggota TP PKK Desa Rajawangi terdiri dari : Ketua, Wakil ketua, Sekretaris, Bendahara, Pokja I sampai Pokja IV . Kegiatan-Kegiatan yang telah kami laksanakan pada tahun 2016 - 2017 diantaranya sebagai berikut:

KETUA

  1. Memberikan bimbingan, pembinaan bantuan dan memfasilitasi kelancaran dan kelangsungan gerakan PKK Desa Rajawangi, sehingga kegiatan dan partisipasi masyarakat mengalami peninggakatan.
  2. Melaksanakan koordinasi dengan Para ketua Pokja dalam kegiatan pelaksanaan masing-masing Pokja, dengan harapan hasil kegiatannya lebih baik.
  3. Melaksanakan Koordinasi Keluar ( Dewan Pembina, TP PKK KECAMATAN, Koordinator PLKB dan pihak-pihak lain yang terkait ) demi tercapainya Pelaksanaan kegiatan PKK Desa Rajawangi.

SEKRETARIS

  1. Bidang Ketatausahaan
    1. Kegiatannya yaitu membuat dan meng-arsipkannya semua jenis kegiatan, baik dalam pembuatan surat menyurat dan pengarsipan.
    2. Pembentukan kelompok dasa wisma di Dusun Kramat jaya sebanyak 28 kelompok Dasa Wisma, dan berikutnya di Dusun Tegal Wangi.
  1. Bidang Perencanaan.
    1. Kegiatannya yaitu Menyusun Program Kerja dan anggaran biaya bersama ketua dan bendahara.
    2. peningkatan sarana dan prasarana POSYANDU di tiap Blok dan anggarannya diajukan ke APBDes.

BENDAHARA

Dalam melaksanakan roda organisasi TP PKK Desa Rajawangi tidak terlepas dari perlunya pendanaan. Adapun sumber dana yang diterima oleh TP PKK Desa Rajawangi berdasarkan APBDes Tahun Anggaran 2016 adalah Rp. 14 Juta ( Empat Belas Juta Rupiah ) dan Pengelolaan Administrasi Keuangannya selalu kami catat, baik pemasukan maupun pengeluarannya.

POKJA I

Melaksanakan 2 program kegiatan :
  1. Program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila :
    1. Meng-optimalkan peran orang tua / yang mengasuh dalam menerapkan Pola Asuh Anak dan Remaja dalam keluarga
    2. Meningkatkan pemahaman mengenai berbagai peraturan dan undang- undang yang berkaiatan dengan ketahanan keluarga diantaranya : undang-undang perkawinan, perlindungan anak, KDRT dan lainnya.
    3. Membentuk Satgas Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( PKDRT /li>
  1. Program Gotong-royong :
    1. Mengajak Pengurus dan Anggota untuk mengikuti kegiatan keagamaan seperti sholawatan ibu-ibu dan pengajian rutin di Mesjid Al AMIN dan Mesjid Al HIDAYAH
    2. Melaksanakan Kerja Bakti Gerakan JUMSIH dan membantu dalam kegiatan rehabilitasi dan Pembangunan Madrasah
    3. Membina para remaja melalui kelompok BKR BINA LAKSANA
    4. Membantu para Remaja dalam Kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK REMAJA ).
    5. Membina Keluarga yang memiliki Lansia / Bina Keluarga Lansia ( BKL )dengan kegiatan Sholawat Nariyah.

POKJA II

  1. Pembinaan Kelompok UP2K SEDAP MALAM dengan jumlah Anggota Kelompok 7 Orang dengan jenis Aneka Usaha Produktif seperti pedagang jajanan, dan kerajinan anyaman baik rotan maupun bambu, sehingga kedepan akan tumbuh kelompok UP2K yang potensial
  2. Pembinaan Kelompok BKB SEDAP MALAM dengan jumlah anggota 16 orang, dengan targetan di tiap RW akan terbentuk Kelompok BKB produktif
  3. Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten
  4. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya WAJAR DIKDAS (wajib belajar pendidikan dasar) 9 tahun dan WAJAR DIKDAS 12 tahun

POKJA III

  1. Sosialisasi Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) dalam Pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dengan meng-optimalkan lahan pekarangan dengan tanaman pangan dan tanaman produktif yang bernilai ekonomi bagi keluarga.
  2. Membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya indonesia dan meningkatkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri.

POKJA IV

  1. Mengikuti dan mensosialisasikan kepada masyarakat Program Pemerintah untuk ber-KB
  2. Membina dan melaksanakan Kegiatan-kegiatan di lima Posyandu yaitu :
    1. POSYANDU MELATI di Blok Sabtu
    2. POSYANDU SEDAP MALAM II di Blok Senin
    3. POSYANDU CENDRAWASIH di Blok Kamis
    4. POSYANDU SEDAP MALAM I di Blok Rabu
    5. POSYANDU MAWAR di Blok Selasa
  3. Melaksanakan Sosialisasi PHBS ( perilaku hidup bersih dan sehat ) pada Kader dan Masyarakat
  4. Penyuluhan rutin kepada Ibu-ibu hamil tentang kehamilan, persiapan kelahiran dan pemberian ASI eklusif.

KESIMPULAN DAN SARAN

TIM PENGGERAK PKK Desa Rajawangi sepanjang tahun 2016 melakukan kegiatan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk menghimpun, menggerakan dan membina masyarakat serta menggali dan mengembangkan potensi yang ada untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK.
Demi terwujudnya kinerja TIM PENGGERAK PKK DESA RAJAWANGI, kami mengharapkan bimbingan dan arahan dari berbagai pihak supaya kami lebih maksimal lagi dalam membuka pintu-pintu INOVASI dan jendela-jendela KREATIFITAS sehingga terciptanya Peningkatan Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di desa kami.
Demikian kegiatan –kegiatan yang telah kami laksanakan. Terimakasih atas perhatiannya serta mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalaamu aliakum wr. wb.
Tim Penggerak PKK Desa Rajawangi
..............Ketua.................


(NY. ...............................)

CONTOH BAB 1 RKP DESA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Diberlakukannya UU No. 6 Tahun. 2014 tentang Desa, yang selanjutnya disebut dengan UU Desa, menjadi sebuah titik awal harapan desa untuk bisa menentukan posisi, peran dan kewenangan atas dirinya. Harapan supaya desa bisa bertenaga secara sosial dan berdaulat secara politik sebagai fondasi demokrasi desa, seta berdaya secara ekonomi dan bermartabat secara budaya sebagai wajah kemandirian desa dan pembangunan desa.

Harapan tersebut semakin menggairah ketika muncul kombinasi antara azas rekognisi dan subsidiaritas sebagai azas utama yang menjadi ruh UU ini. UU Desa yang didukung PP No. 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan PP No. 60 tentang, Dana Desa yang Bersumber dari APBN, telah memberikan pondasi dasar terkait dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembanguna Desa, disebutkan bahwa Perencanaan pembangunan desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemer-intah Desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif guna peman¬faatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa.

Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.
dst ...

1.2 Maksud Tujuan

Maksud
Tersedia dokumen perencanaan pembangunan tahunan sebagai penjabaran rencana jangka menegah desa enam tahunan (RPJM Desa)
Sebagai kerangka acuan pelaksanaan tugas bagi Kepala Desa dan perangkat Desa Mirat dalam menjalankan tugas selama satu tahun;
Sebagai dasar/pedoman kegiatan atau pelaksanaan pembangunan di desa;
Sebagai instrumen akuntabilitas dan transparansi manajemen pemerintah desa oleh masyarakat maupun elemen pemerhati pemerintahan yang berkepentingan memantau kinerja pemerintah desa;
Sebagai dasar penyusunan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa).
Tujuan
Mengevaluasi kinerja pembangunan Desa Mirat tahun 2015 serta menganilisis prospek pembangunan tahun 2016 dengan memperhatikan kondisi pembanguna nasional dan regional;
Sebagai pedoman arah kegiatan pembangunan tahunan di desa;
Menampung aspirasi kebutuhan masyarakat yang dipadukan dengan program pembangunan supra desa;

1.3 Dasar Hukum

Dasar hukum yang menjadi dasar pembuatan/perumusan RKPDes Mirat Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2017, yaitu sebagai berikut :

  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
  2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558);
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 Tentang Perencanaan Pembangunan Desa ;
  6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Peraturan Di Desa;
  7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
  8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa;
  9. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul Dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;
  10. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Pedoman Tata Tertib Dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa;
  11. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2014-2018;
  12. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 7 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka Tahun 2016;
  13. Peraturan Bupati Majalengka Nomor 13 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Dan Rencana Kerja Pemerintah Desa;
  14. Peraturan Desa Mirat Nomor 06 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Re-View Desa Mirat Kecamatan Leuwimunding Tahun 2014 – 2020.

1.4 Proses dan Tahapan Penyusunan

Dokumen RKP-Desa ini selain sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDesa), juga merupakan dasar penilaian kinerja Kepala Desa terpilih dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selama 1 (satu) tahun berjalan dalam masa jabatannya dan menjadi tolok ukur Kepala Desa dalam penyelenggaraan pemerintahannya melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Desa yang disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Desa dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada Bupati melalui camat.

Penyusunan RKP Desa Mirat berpedoman pada Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 30 pada ayat (2), dilakukan dengan kegiatan yang meliputi:

  1. Penyusunan perencanaan pembangunan Desa melalui musyawarah Desa;
  2. Pembentukan tim penyusun RKP Desa;
  3. Pencermatan pagu indikatif Desa dan penyelarasan program/kegiatan masuk ke Desa
  4. Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa;
  5. Penyusunan rancangan RKP Desa;
  6. Penyusunan RKP Desa melalui musyawarah perencanaan pembangunan Desa;
  7. Penetapan RKP Desa;
  8. Perubahan RKP Desa; dan
  9. Pengajuan daftar usulan RKP Desa.

1.5 Sistematika Penyusunan

Sistematika penyusunan RKPDes Desa Mirat disesuaikan dengan tahapan dan sistematika yang tercantum dalam Permendagri No 114 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2014) dan Peraturan Bupati Majalengka Nomor 13 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Dan Rencana Kerja Pemerintah Desa, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN Meliputi: Latar Belakang, Maksud Tujuan, Dasar Hukum, Proses dan Tahapan Penyusunan, Sistematika Penyusunan
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RKP DESA TAHUN SEBELUMNYA Meliputi: Kondisi Obektif Desa, Evaluasi RKPDesa Tahun Sebelumnya, Evaluasi Usulan RKPDesa Tahun Sebelumnya, Permasalahan dan Isu Strategis.
BAB III GAMBARAN UMUM KEBIJAKAN KEUANGAN DESA Meliputi: Pagu Indikatif Desa, Pendapatan Asli Desa, Swadaya Masyarakat Desa, Bantuan Keuangan dari Pihak ketiga.
BAB IV PRIORITAS PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN DESA Meliputi: Prioritas Program Kegiatan yang dikelola oleh Desa, Prioritas Program Kegiatan yang dikelola melalui kerjasama antar desa/ kerjasma pihak ketiga, Rencana Program Kegiatan yang dikelola oleh Desa sebagai kewenangan penugasan dari pemerintah, provinsi dan kabupaten.
BAB V PELAKSANA KEGIATAN Meliputi : Susunan Tim Pelaksana Kegiatan
BAB VI PENUTUP Meliputi: Kesimpulan, Saran.

CONTOH LAPORAN MONEV TP. PKK DESA

LAPORAN KEGIATAN
MONITORING DAN EVALUASI 10 PROGRAM POKOK PKK
DI DESA ...... KECAMATAN .......

A. Latar Belakang

PKK sebagai salah satu kegiatan ibu-ibu bisa mewarnai pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pusat. Selain itu PKK juga sebagai awal dari peningkatan program kesehatan masyarakat yang dilakukan secara nasional oleh pemerintah. Dengan dilakukannya penilaian 10 Proram PKK , diharapkan PKK Desa dapat lebih maju dan mandiri dalam keikutsertaannya mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera.

B. Maksud dan tujuan

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK dimaksudkan untuk mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan 10 Program PKK. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan :

  1. Mengetahui data ril capaian 10 program PKK di Desa ....... Kecamatan ............
  2. Mengukur Keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan 10 Program PKK di Desa Rajawangi sehingga dapat memberikan umpan balik langkah-langkah untuk perbaikan dimasa mendatang.

C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK Tingkat Kecamatan .......... dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 22 Maret 2017 di Desa ..........

D. Dasar Pelaksanaan

  1. Keputusan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga;
  2. Rakernas VII Tahun 2010
  3. Surat Bupati Majalengka No 147.14/385/DP3AKB/2017 tanggal 9 Maret 2017
  4. Surat TP. PKK Kabupaten Nomor 16/TP. PKK-Kab/III/2017 Perihal Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK.

E. Pembiayaan

Adapun sumber dana pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi 10 Program PKK Tingkat Kecamatan Leuwimunding Tahun 2017 di Desa ........ sepenuhnya di danai melalui APBDesa ........ Tahun 2017.

F. Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga antara lain melalui pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan 10 program pokoknya. PKK telah menunjukkan hasil kegiatan yang cukup berarti serta dapat meningkatan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Dengan 10 program pokoknya, PKK mampu pula meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mengembangkan kualitas keluarga dalam membangun keluarga sejahtera, agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan materiil dan spirituilnya, sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal yang meliputi fungsi – fungsi keagamaan, social, budaya, cinta kasih, melindungi,pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

Semua kegiatan – kegiatan tersebut dilaksanakan secara berjenjang mulai dari PKK Desa, kelompok - kelompok PKK RW, RT dan Dasa Wisma sebagai ujung tombak kegiatan keluarga sebagai sarana utama.

Adapun dalam rangka pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, segenap pengurus TP. PKK telah melaksanakan kegiatan sesuai tugasnya, dan dapat kami laporkan sebagai berikut ;

KETUA

  1. Memberikan bimbingan, pembinaan bantuan dan memfasilitasi kelancaran dan kelangsungan gerakan PKK Desa .........
  2. Melaksanakan koordinasi dengan Para ketua Pokja dalam kegiatan pelaksanaan masing-masing Pokja
  3. Melaksanakan Kordinasi Keluar (Dewan Pembina, TP PKK KECAMATAN, Koordinator PLKB dan pihak-pihak lain yang di perlukan) demi tercapainya Pelaksanaan kegiatan PKK Desa .........

SEKRETARIS

  1. Di bidang Ketatausahaan :
    • Kegiatannya yaitu membuat dan meng-arsipkannya semua jenis kegiatan, baik dalam pembuatan surat menyurat dan peng-arsipan maupun pembentukan kelompok dasa wisma.
    • Membina administrasi PKK RW, RT
  2. Di bidang Perencanaan
    • Kegiatannya yaitu Menyusun Program Kerja dan anggaran biaya bersama ketua dan bendahara.
    • Membuat laporan tahunan Tp. PKK Desa

BENDAHARA

Dalam melaksanakan roda organisasi TP PKK Desa Rajawangi tidak terlepas dari perlunya pendanaan. Adapun sumber dana yang diterima oleh TP PKK Desa Rajawangi berdasarkan bantuan Pemerintah/ADD Tahun Anggaran 2016 adalah Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah) dan Pengelolaan Administrasi Keuangannya selalu kami catat, baik pemasukan maupun pengeluaran dalam buku kas umum dan kas harian. Dan melakukan tutup buku setiap tanggal 10 (sepuluh).

POKJA I

Melaksanakan dua bidang program :
  1. Program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila :
    • Mengajak Pengurus dan Anggota untuk mengikuti kegiatan Keagamaan seperti sholawatan ibu-ibu dan pengajian rutin Kuliah Subuh di masjid AL AMIN setiap hari, dan Pengajian Mingguan di Mesjid AL HIDAYAH setiap Hari Minggu
    • Membina dan memberikan penyuluhan kepada para remaja.
    • Membina dan memberikan penyuluhan kepada kelompok Lansia.
    • Mengadakan Kegiatan Arisan PKK setiap minggu ke dua.
  2. Program Gotong-royong :
    • Melaksanakan Gerakan Jumsih / Jum at Bersih setiap hari jumat di wiayahnya masing-masing.
    • Melaksanakan Kerja Bakti membantu dalam kegiatan rehabilitasi dan Pembangunan Madrasah.

POKJA II

  1. Pembinaan Kelompok UP2K SEDAP MALAM dengan jumlah Anggota Kelompok 7 Orang dengan jenis Aneka Usaha Produktif seperti pedagang jajanan, dan kerajinan anyaman rotan dan bambu.
  2. Pembinaan Kelompok BKB SEDAP MALAM dengan jumlah anggota 16 orang.
  3. Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.
  4. Mengembangkan keterampilan anyaman, kerajinan dan makanan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
  5. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya WAJAR DIKDAS (wajib belajar pendidikan dasar) 9 tahun dan WAJAR DIKDAS 12 tahun.

POKJA III

  1. Melaksanakan Pembinaan Rumah Sehat yang layak huni.
  2. Melaksanakan Pembinaan HATINYA PKK kepada TP PKK Desa .........
  3. Mensosialisasikan cara berbusana yang sopan, serasi dan sesuai dengan norma sosial dan agama.
  4. Memberikan arahan supaya meng-optimalkan lahan pekarangan sebagai lahan produktif dengan pemanfaatan lahan untuk menanam sayur sayuran dan obat obatan.
  5. Membina kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

POKJA IV

  1. Mengikuti dan mensosialisasikan kepada masyarakat Program Pemerintah untuk ber-KB.
  2. Membina Kegiatan Posyandu dan melaksanakan Posyandu ke bloknya masing-masing.
  3. Melaksanakan Sosialisasi PHBS ( perilaku hidup bersih dan sehat ) pada Kader dan Masyarakat.
  4. Penyuluhan tentang pemberian ASI EKKLUSIF dan gemar menabung.
  5. Melaksanakan kegiatan pemberian vitamin A melalui kegiatan penimbangan BALITA di Posyandu.

FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN YANG TELAH DI RAIH PADA TAHUN 2016

Kegiatan Tim Penggerak PKK Desa ....... selama tahun 2016 baru memperoleh satu prestasi yang menonjol yakni sebagai juara harapan II lomba kreasi tumpeng dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, tetapi secara umum partisipasi kaum perempuan pada kegiatan internal PKK maupun kegiatan pembangunan menunjukan adanya peningkatan yang signifikan.

HAMBATAN-HAMBATAN

Hambatan yanh dihadapi TP. PKK Desa ....... diantaranya:
  1. Terbatasnya jumlah kemampuan kader PKK, sehingga ada kecenderungan anggota PKK adalah khusus perempuan saja kaum pria kurang berperan aktif.
  2. Kemampuan dan pengetahuan Pengurus TP PKK Desa, RW dan RT masih terbatas, sehingga dalam pengerjaan administrasi masih belum maksimal.
  3. Sarana dan Prasarana seperti posyandu yang kurang layak dan masih numpang di tempat/tanah warga.

KESIMPULAN DAN SARAN

TIM PENGGERAK PKK Desa ........ sepanjang tahun 2016 melakukan kegiatan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk menghimpun, menggerakan dan membina masyarakat serta menggali dan mengembangkan potensi yang ada untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK.

Demi terwujudnya kinerja TIM PENGGERAK PKK DESA ........., kami mengharapkan bimbingan dan arahan dari berbagai pihak supaya kami lebih maksimal lagi dalam membuka pintu-pintu INOVASI dan jendela-jendela KREATIFITAS sehingga terciptanya peningkatan 10 Program Pokok PKK di desa kami.

Demikian kegiatan-kegiatan yang telah kami laksanakan dengan harapan agar ibu ketua TP PKK KECAMATAN dan ibu Ketua TP PKK KABUPATEN beserta jajaran pengurus dapat senantiasa membina dan membimbing kami agar kami mampu mencapai yang lebih baik lagi.

.................., 22 April 2016
TP. PKK Desa ....................
................Ketua............


......(Ny. .............) .......

Post Unggulan

PANDUAN LENGKAP MENYUSUN RAB (FORMAT RAB DESA)

Cara Menghitung RAB Cara menghitung rencana anggaran biaya atau disingkat RAB bisa dilakukan dengan  dua cara. Cara Pertama    Mengguna...